Hyperloop

Pembuatan teknologi terbaru transportasi yang dinamakan hyperloop saat ini masih dalam tahap pengembangan. Bentuk hyperloop ini mirip dengan kereta. Penumpang nantinya akan dibawa menggunakan tabung yang bergerak menggunakan tenaga listrik.

Konsep kereta cepat hyperloop membuat negara kaya seperti Uni Emirat Arab tertarik untuk membuatnya. Peneliti Uni Emirat Arab yang berpusat di Dubai mencari beberapa orang untuk bisa merancang transportasi yang bisa mengantar penumpang dari Dubai ke Fujariah yang berjarak 165 kilometer hanya dalam waktu 10 menit yang normalnya membutuhkan waktu lebih dari dua jam jika menggunakan alat transportasi darat.

Peneliti di Dubai menyatakan untuk membangun pipa Hyperloop membutuhkan dana yang lebih sedikit dibanding dengan membuat kereta cepat konvensional. Bos Hyperloop One, Elon Musk, juga menganggap pengembangan teknologi terbaru hyperloop akan lebih murah, lebih cepat dan lebih baik ketimbang pembuatan alat transportasi lain seperti pesawat dan kapal.

Gagasan Hyperloop One yang masuk akal itu jelas mendapat banyak dukungan dan bisa jadi Dubai tertarik membiayainya. Perusahaan Amerika Serikat itu juga baru saja mendapat dukungan dana sebesar US$80 juta atau lebih dari Rp1 miliar. CEO Hyperloop One, Rob Lloyd, berjanji segera melakukan uji coba dalam pengerjaan alat transportasi super cepat ini . Menurutnya transportasi ini nyata dan bisa diwujudkan pada tahun 2020 mendatang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*