Printer 3D – Kemajuan teknologi kini dapat mewujudkan apa yang ada di imajinasi ke dalam bentuk yang lebih nyata dan dapat dirasakan melalui sentuhan, yakni melalui printer 3D. Kehadiran printer ini menjawab kebutuhan akan mencetak sebuah desain secara digital menjadi sebuah produk nyata. Proses pembuatan benda padat tiga dimensi dari sebuah desain secara digital menjadi bentuk 3D yang tidak hanya dapat dilihat tapi juga dipegang dan memiliki volume.

Pada dasarnya, cara kerja membuat cetakan ini hampir sama saja dengan printer inkjet konvensional. Dimana, printer membuat layer atau lapisan-lapisan cetakan warna untuk membuat sebuah objek terlihat seperti seharusnya. Hanya saja pada printer 3D, yang digunakan bukanlah tinta tetapi plastic molten wax dan material lainnya sehingga menjadi sebuah objek yang diinginkan.

Prinsip utama untuk pencetakan 3D printer yaitu membutuhkan data yang berbentuk 3 dimensi juga atau yang disebut dengan ‘data digital tiga dimensi’. Dalam dunia keteknikan biasa disebut dengan CAD ( Computer Aided Design ). CAD merupakan aplikasi yang mampu menampilkan data dalam 3 dimensi.

Berbeda dengan teknologi seperti pada mesin CNC (computer numerical control) yaitu substractive manufacturing, 3D printing menganut teknologi additive manufacturing di mana objek terbangun dengan membentuk layer per layer material, bukan membuang material seperti pada laser cutting/milling machine.

Apabila desainnya sudah dibuat, maka bisa langsung print di printer 3D ini. Kemudian proses pencetakan pun dimulai, lamanya proses pencetakkan ini tergantung dari besar dan ukuran model. Proses printing menggunakan prinsip dasar Additive Layer dengan rangkaian proses mesin membaca rancangan 3D dan mulai menyusun lapisan secara berturut-terut untuk membangun model virtual digabungkan secara otomatis untuk membentuk susunan lengkap yg utuh.

Setelah Hoverboard yang dikeluarkan oleh Lexus, kini muncul produk baru yang lebih kecil dan ramping yakni WalkCar. WalkCar dapat mengantarkan kita berangkat kerja dan alat ini dapat disimpan ke dalam ransel.

Perangkat ini terlihat seperti skateboard namun memiliki tenaga seperti Segway. Dibuat oleh perusahaan Jepang Cocoa Motors, perangkat ini mampu menopang orang dengan berat maksimal mencapai 120 kg dengan kecepatan 10 km/jam dan jarak tempuh hampir 12 km.

Untuk pengisian dayanya, WalkCar hanya membutuhkan waktu 3 jam saja agar dapat terisi penuh. Perangkat ini terbuat dari aluminium sehingga hanya memiliki berat 2 kg dan 3 kg saja, tergantung oleh versinya, apakah indoor atau outdoor.

Cara penggunaannya juga cukup mudah. Pengguna bisa langsung berdiri di atasnya dan menggeser berat badan ke kiri, ke kanan atau ke depan untuk menggerakannya. Secara garis besar, cara mengendalikannya sama seperti cara Segway. Untuk menghentikannya juga sangat mudah, yakni dengan menurunkan kaki ke permukaan tanah/lantai maka WalkCar akan berhenti.

Alat ini pertama kali diluncurkan pada musim semi tahun 2016 lalu. Pada peluncurannya, WalkCar dibandrol dengan harga sekitar 800 $ USD.

Airwheel atau dikenal dengan skuter pintar merupakan transportasi unik yang menggunakan teknologi canggih yang diluncurkan tahun 2014. Pengendara bisa mengontrol kendaraan untuk maju, mempercepat, memperlambat, rem, dll dengan bersandar ke depan atau ke belakang. Serupa dengan teknik mengendarai sepeda, pengendara mencapai keseimbangan pada Airwheel dengan sedikit miring ke samping.

Airwheel didesain sebagai produk transportasi ramah lingkungan yang unik, portable, dan inovatif. Alat ini dapat digunakan dimana saja selama medan yang ada sesuai dengan spesifikasi Airwheel. Taman, kampus, gudang, tempat hiburan, taman skate maupun pusat perbelanjaan adalah beberapa tempat yang bisa digunakan jika mengendarai Airwheel. Usia pengendara yang direkomendasikan adalah di atas 12 tahun. Pengendara di bawah 12 tahun harus didampingi oleh orang dewasa.

Tidak perlu khawatir jatuh, sebab alat ini dilengkapi kecanggihan teknologi keseimbangan yang super hebat. Jika Anda mampu berjalan, maka hanya perlu satu hari, bahkan hanya beberapa jam untuk belajar bagaimana mengendarai sendiri. Cukup berdiri di atas pedal khusus yang dirancang sesuai dengan kaki manusia, lalu roda akan berputar sendiri ke arah yang dituju.

Teknologi giroskop dan stabilisator membuat Airwheel mudah dikendarai. Ketika Anda bersandar ke depan, Anda bisa mempercepat kendaraan ini, ke belakang untuk memperlambat, dan ke samping untuk mengarahkan kendaraan ini.

Airwheel memiliki kecepatan maksimum 18 km/jam dan mampu menempuh jarak sekitar 18 km/ 65 km dalam sekali pemakaian tergantung kondisi medan dan temperatur. Pengecasan baterai hanya butuh waktu 1 jam. Memiliki berat 11 kg dan maksimum beban 120 kg.

Alat transportasi terbaru di Dubai adalah Drone EHang 184 yang mampu mengangkut penumpang hingga berat 100 kilogram dan terbang hingga jarak 50 kilometer dengan kecepatan maksimum 160 km per jam. Alat ini diberi nama Jetsons, diproduksi oleh pembuat pesawat tak berawak Cina, EHang, sekaligus sebagai perusahaan yang akan memasok kebutuhan taksi udara untuk kota Dubai, dengan layanan drone berpenumpang pertama di dunia.

Pada acara konferensi tingkat tinggi (KTT) Dunia di Dubai, Pemerintah Duniai, Rabu (15/2), Mattar al-Tayer, Kepala Badan Jalan dan Transportasi Dubai, mengumumkan bahwa pada bulan Juli, EHang 184 akan mulai “operasi rutin” sebagai taksi yang paling beken di dunia.

EHang 184 dapat membawa satu orang penumpang saja beserta sebuah koper kecil memberikan layanan selama 30 menit, dengan jarak tempuh maksimal 50 km dan mencapai puncak ketinggian 3.5 km. Perangkat ini sudah diresmikan Januari 2017 lalu pada acara Consumer Electronics Show di Las Vegas, sebagai bagian alat transportasi masa depan.

Ehang 184 adalah drone, tidak ada pilot. Penumpang hanya masuk ke kabin, menekan layar arah tujuan, setelah itu drone akan terbang mandiri tanpa pilot. Alat ini dipandu dari pusat komando yang berada di pusat layanan. Jadi bila terjadi masalah, EHang 184 sudah diprogram segera mendarat di lokasi yang aman terdekat. 184 AAV dirancang 100 persen aman, berteknologi hijau hanya menggunakan tenaga listrik saja.

Pembuatan teknologi terbaru transportasi yang dinamakan hyperloop saat ini masih dalam tahap pengembangan. Bentuk hyperloop ini mirip dengan kereta. Penumpang nantinya akan dibawa menggunakan tabung yang bergerak menggunakan tenaga listrik.

Konsep kereta cepat hyperloop membuat negara kaya seperti Uni Emirat Arab tertarik untuk membuatnya. Peneliti Uni Emirat Arab yang berpusat di Dubai mencari beberapa orang untuk bisa merancang transportasi yang bisa mengantar penumpang dari Dubai ke Fujariah yang berjarak 165 kilometer hanya dalam waktu 10 menit yang normalnya membutuhkan waktu lebih dari dua jam jika menggunakan alat transportasi darat.

Peneliti di Dubai menyatakan untuk membangun pipa Hyperloop membutuhkan dana yang lebih sedikit dibanding dengan membuat kereta cepat konvensional. Bos Hyperloop One, Elon Musk, juga menganggap pengembangan teknologi terbaru hyperloop akan lebih murah, lebih cepat dan lebih baik ketimbang pembuatan alat transportasi lain seperti pesawat dan kapal.

Gagasan Hyperloop One yang masuk akal itu jelas mendapat banyak dukungan dan bisa jadi Dubai tertarik membiayainya. Perusahaan Amerika Serikat itu juga baru saja mendapat dukungan dana sebesar US$80 juta atau lebih dari Rp1 miliar. CEO Hyperloop One, Rob Lloyd, berjanji segera melakukan uji coba dalam pengerjaan alat transportasi super cepat ini . Menurutnya transportasi ini nyata dan bisa diwujudkan pada tahun 2020 mendatang.